Minggu, 30 Agustus 2015
Aku berjalan ditengah sajak sajak kesedihan, mencari setetes embun untuk mengurangi rasa perihnya merindu sosok yang lama ku tak lihat,
Mencari bintang ditengah terik siang. Iya hanya mustahil yang kurasa. Seperti mengharapkan gunung untuk bias ku genggam saat ini.
Kamu terlalu mencari permata padahal ada secercah pasir yang juga berharga walau tak seindah intan dan permata.
Bukankah bumi itu bulat? Mau sejauh apapun kita menemukan jalan buntu pasti masih ada harapan untuk kita mencari jalan yang lain?
Akankah kita bias bertemu disalah satu sisi jalan nanti? Dan masih bias memperbaiki tanpa harus saling menyakiti satu sama lain? Tanpa harus saling menipu padahal saling menjaga.
Dia sosok intan dan aku hanya sosok pasir yang terlalu diabaikan .
Dia sosok bintang dan aku sosok mentari yang hadirnya tak pernah kau lihat padahal selalu ada.
Aku hanya serpihan kaca yang mudah dan dibuang bukan dia yang kau jaga dan tak kau leaskan dengan mudah begitu saja.
Ya aku yang hanya sebagian kecil dari hatimu yang selalu kau bohongi.
Ya aku hanya setitik cahaya yang tak pernah kau lihat.
Dan aku hanya sebuah bayanganmu yang setia menemanimu tanpa lelah walau hadirku tak pernah kau anggap dan ebih bodohnya aku setia berdiri demi kamu .
Posted on 08.42 by Unknown
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Apa kau baik-baik saja? Apa kau masih tetap sama? Tenanglah, aku hanya sedikit memikirkanmu, semua itu karna memang kenangan saat kita ...
-
“maafkan aku sya, aku engga bisa ngelanjutin semuanya. Semoga kamu mendapatkan yang terbaik dibanding aku, selamat tinggal” Ucapan k...
0 komentar:
Posting Komentar